Cerita Inspirasi dari Kak Sidik

sidik-nuryanto

Sabtu 10 september 2016, hari yang cerah dan cukup dingin diwilayah Kecamatan Ampel. Ini merupakan bagain dari Kabupaten Boyolali yang letaknya sebelah barat dan bersebelahan dengan Salatiga. Lokasi yang digunakan untuk Kelas Inspirasi adalah di SD 1 Ngagrong yang secara letaknya dari jalur bis arah Semarang masuk sekitar 10 Km. Lokasinya agak tinggi dan berada di bawah jalur pendakian gunung merbabu. Jadi bisa dibayangkan betapa indahnya pemandagan untuk spot foto dan dinginnya suhu udara.Pemilihan SD tersebut berdasarkan penjelasan dari kepala UPTD kecamatan Ampel bahwa dipilihkan SD dengan jumlah murid yang paling banyak yaitu 237 mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Hari inspirasi telah tiba dan senang sekali bisa beetemu dengan teman yang baru lagi yaitu para fasilitator (kak azizah, kak fatonah, kakerlando, kak ika dan titis) fotografer dan videografer. Tentunya yang tidak ketinggalan dengan para inspirator yang hebat seperti ibu catur (perpajakan RI), pak tama (network ingenerr), pak joko (polisi), Pak sadewo (tentara), kak Risha (fashion marchendiser), ibu isnanni (pengajar PAUD dan pemerhati disabilitas).

Untuk kegiatan ini secara seremonial hampir sama dengan kegiatan kelas inspirasi di tempat yang lain. Tapi pasti ada yang berbeda karena lokasinya berbeda dan anak-anaknya pun beragam. Jujur ini merupakan kelas inspirasi yang pernah saya ikuti dengan jumlah murid yang paling banyak. Biasanya tidak lebih dari 100 anak untuk kelas 1-6. SD ngagrog sepertinya SD pilihan di kecamatan Ampel karena dari lahannya yang sagat luas dengan ditambah fasilitas yang memadai. Kesan lain dengan jumlah anak sebanyak itu, tidaklah sulit untuk mengatur mereka. Karena mereka sangat patuh dengan berbagai instruksi yang disarankan oleh para relawan. Jarang ada anak yang ramai saat pembelajaran, tidak fokus atau bermain sendiri.

Saat saya menyampaikan profesi saya sebagai dosen, semua anak dari kelas 1 -6 tidak ada yang tahu. Mereka kurang familier dengan profesi tersebut. Betapa malunya saya, karena pilihan pekerjaan yang saya geluti tidak dikenal oleh anak. Jadi mana mungkin profesi tersebut mau dipilih oleh mereka, jika dikenal saja tidak. Saya punya lain untuk mengenalkan profesi tersebut dengan cara menyamakan pekerjaan dosen sama dengan guru-guru mereka. Hanya terdapat perbedaan di objek yang dididik dan lokasi pendidikan. Setelah diberi penjelasan demikian, mereka telah paham dengan profesi saya. Dampaknya ada anak yang kemudian merasa tertarik untuk mengikuti jejak saya.

Pembelajaran saya menggunakan kartu bilangan untuk menjelaskan tentang aktivitas profesi saya. Anak anak sangat menikmati dengan permainan tersebut, meskipun itu digunakan untuk kelas anak usia dini. Aksi mereka seru karena ada yang saling berebut untuk mengerjakan sendiri, padahal mereka berkelompok dengan jumlah sekitar 10 anak. Tidak hanya itu ditengah pembelajaran saya juga memberikan ice breaking yang membuat anak terpingkal-pingkal dengan aksi saya. Adapun untuk akhir cerita saya mengajak mereka untuk ikrar janji bahwa mereka siap untuk taat kepada Tuhannya, berbakti orangtua, sayang guru, sayang sesama, tidak lupa belajar dan berdoa, serta mereka pasti bisa

Pembelajaran di rendah (kelas 1 dan 2) sangat menyenangkan dan ini saya berhasil menghibur mereka dengan aksi dongeng. Sebelumnya ada inspirator yang merasa kewalahan mengajar kelas tersebut, karena mereka masih kecil dan belom memahami tentang arti profesi. Ada yang menangis juga saat diajar oleh inspirator yang dikarenakan mereka cukup asing dengan kedatangan orang baru. Saya menggunakan dongeng untuk memperkenalkan profesi saya kepada mereka. Tidak menggunakan media dongeng hanya saja penguatan tokoh fiktif yang saya ciptakan dalam cerita. Hasilnya sangat memuaskan karena mereka memperhatikan sejak awal hingga selesai. Guruny yang mendampingi anak memberikan respon positif dengan senyuman yang dilontarkan kepada saya.

Di akhir catatan ini yang ingin saya sampaikan bahwa kebahagian ini bukan hanya milik kita saja, namun kebahagiaan milik semua anak Indonesia. Setidaknya kita dituntut untuk memberikan kebahagiaan tersebut dengan cara berbagi. Sangat banyak cara untuk berbagi salah satunya dengan berbagi inspirasi atau pengalaman. Materi akan habis begitu saja, namun ketika inspirasi yang kita berikan harapnnya mampu membuka pikiran mereka, tumbuhnya motivasi dan semangat untuk menggapai cita-cita. Melalui gerakan kelas inspirasi Boyolali ini harapannya kelak akan muncul generasi penerus yang melanjutkan perjuangan warga Boyolali khususnya dan Indonesia umumnya. Terimakasih.

by: Sidik Nuryanto
Sumber: https://nuryantosidik.wordpress.com/2016/09/16/kelas-inspirasi-boyolali/

One thought on “Cerita Inspirasi dari Kak Sidik

  1. Banjar sakti Reply

    Banyak yang bilang mengajar anak anak itu sulit tetapi jika kita dapat memberi inspirasi kepada anak anak pasti mereka akan suka dan mengenang kita, seperti kita yang mengenang guru kita dulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *